Arry Susanto,ST

Arry Susanto,ST

Jumat, 24 September 2010

Jalan Provinsi di Tanah Kampung – Sungaipenuh Terendam

SUNGAIPENUH, JG: Jalan Provinsi Jambi yang meghubungkan Desa Tanah Kampung-Kota Sungaipenuh hingga kini masih terendam banjir. Akibatnya arus lalu lintas ruas jalan tersbeut lumpuh total alias tidak bisa dilalui.
Menurut warga sekitarnya, kondisi tersebut sudah terjadi hampir satu bulan terakhir, sejak terjadinya hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh belakangan ini. Diperkirakan panjangnya jalan provinsi yang terendam itu kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air mencapai satu meter, mulai dari jembatan ketiga dari arah Tanah Kampung menuju Kota Sungaipenuh, semuanya terendam banjir.
Kondisi seperti ini sudah sering terjadi terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Terendamnya jalan tersebut diakibatkan anak sungai yang berada di sekitar jalan tersebut yakni Sungai Bungkal tidak mampu menampung debit air yang terlalu banyak sehingga meluap dan megngenangi badan jalan. Salah seorang Warga Tanah Kampung, Bur mengatakan bahwa sekarang ini masyarakat Tanah Kampung dan sekitarnya sangat terganggu lantaran jalan menuju pasar Sungaipenuh menjadi lebih jauh lagi.
Untuk menuju pasar Sungaipenuh, warga terpaksa memutarkan arah melewati jalan Tanjung Rawang dan jalan Kumun Debai.
Mantan Kepala Desa dua periode Tanah Kampung itu berharap pemerintah daerah untuk lebih fokus memperhatikan keluhan masyarakat. Apalagi masalah jalan sangat penting.
Bukan hanya sekedar jalan saja yang terendam, tapi juga sawah masyarakat di sekitar jembatan Tanah Kampung juga terendam dan terancam gagal panen.
Pemerintah Kota Sungaipenuh melalui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum H Jamaludin ST mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan normalisasi Sungai Bungkal, Sungai yang selama ini kerap dikeluhkan warga lantaran arusnya tidak lancar. Diharapkan dengan normalisasi Sungai Bungkal maka arus Sungai akan lebih lancar dan tidak lagi tergenang dan mengenangi sawah serta badan jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar